Bayinya Ditahan di RSCM, Boy Benny Datang Ke Balaikota Minta Bantuan Ahok

Boy Benny Nikijuluw TRIBUNNEWS.COM/Dennis Destryawan ISLAMNKRI.COM -  Sepasang suami istri mengadu ke Kantor Gubernur DKI Jakarta Basu...

Boy Benny Nikijuluw TRIBUNNEWS.COM/Dennis Destryawan


ISLAMNKRI.COM - Sepasang suami istri mengadu ke Kantor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena anak keduanya yang baru sebulan dilahirkan ditahan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

Pasangan suami istri, Boy Benny Nikijuluw (31) dan Imelda Natalia Itayanti (30) terlihat merenung di pendopo kantor Ahok, Balai Kota, Jakarta Pusat.

Keduanya, yang menikah sejak 2014 lalu, tengah gundah gulana karena anak yang baru mereka lahirkan tidak bisa dibawa pulang.

Boy bercerita, anak keduanya yang baru lahir 27 Agustus 2016 itu, lahir prematur atau keluar dari rahim sebelum waktu perkembangan yang seharusnya.

Di mana seharusnya lahir pada Oktober.

Saat itu, Boy panik. Istrinya, Imelda, mengalami kontraksi. Bergegas Boy membawa Imelda ke Rumah Sakit Rawamangun, Jakarta Timur.

Dengan alasan tidak memiliki alat lengkap, pihak rumah sakit merujuk ke Rumah Sakit Persahabatan.

Datang ke sana, ternyata juga menemui hambatan untuk melahirkan. Sebab, pihak rumah sakit menyatakan, seluruh ruangan penuh.

Sehingga tak bisa menampung kelahiran anak dari Boy dan Imelda.

"27 Agustus, anak saya prematur. Saya ke Puskesmas mau menggunakan BPJS Kesehatan. Saya ke Rumah Sakit Rawamangun, tapi tidak ada ruang bayi ICU. Karena 33 minggu berisiko tinggi. Lalu, ke Rumah Sakit Persahabatan, ruang ICU penuh. Akhirnya ke RSCM," ujar Imelda di pendopo Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (30/9/2016).

Lahir secara prematur, menelan biaya yang tidak sedikit. Boy membantah, membawa Imelda karena memilah-milih rumah sakit.

Hanya saja, dalam kondisi panik, dia berpikir cepat, sehingga anak dalam kandungan istrinya, bisa dilahirkan dengan selamat.

Sayangnya, sesudah lahir, Boy dan Imelda terkejut dengan jumlah tagihan yang disodorkan pihak RSCM.

Keduanya, yang baru di-PHK dari kantornya, diminta membayar biaya rumah sakit sebesar Rp 51,8 juta. Tagihan per tanggal 26 September 2016.

Boy tambah bingung. Ternyata BPJS yang dibuat untuk anaknya itu, tidak dapat digunakan.

Dia tak mengetahui ada peraturan baru, bahwa setelah iurannya dibayar, BPJS belum bisa dipakai.

Peserta harus menunggu paling cepat 14 hari setelah pendaftaran, dan baru bisa menggunakannya.

"Saya akui, saya salah karena tidak mengikuti BPJS regulasi baru. Anak saya lahir baru bikin BPJS. Akhirnya tidak bisa digunakan. Kita tidak tahu, kalau bayi sudah memiliki jantung dalam kandungan, bisa membuat BPJS," ucap Boy.

Meski bahagia anak baru lahir, Boy dan Imelda yang baru di-PHK dibuat pusing dengan tagihan rumah sakit yang membengkak.

Pihak rumah sakit meminta Boy membayar tagihan, sebelum anaknya dibawa pulang.

"Bapak bagaimana caranya datang bawa duit. Tanggal 26 September tagihannya Rp 51,8 juta. Per hari terus jalan Rp 800 ribu," ucap Boy mengulang percakapannya dengan pihak rumah sakit.

Anaknya tertahan, biaya perawatan terus berjalan, uang tidak ada di tangan.

Imelda menangis mengingat anaknya yang tertahan. Mencari jalan ke luar, Boy datang ke Balai Kota, kemarin.

"Diarahkan ke bagian kesehatan, kemudian ke Dinas Sosial meminta rekomendasi untuk diserahkan ke RSCM. Tapi, pihak RSCM tetap tak mengindahkan," imbuh Boy.

Ingin Boy dan Imelda, anaknya bisa dibawa pulang, bisa menyicil tagihan kemudian.

Meski telah membawa surat rekomendasi di Dinas Sosial DKI Jakarta, pihak rumah sakit tak bergeming.

"Pihak RSCM minta Rp 10 juta. Kemarin saya ke sana lagi setelah mendapat surat rekomendasi Dinas Sosial, 'terserah bapak saja, mampunya berapa?' Saya bilang seadanya saya saja? Pihak rumah sakit bilang, 'bukan seadanya, sepantasnya'. Sepantasnya berapa? Rp 1 atau 2 juta? Eh ketawa pak, dia bilang 'tidak mungkin lah, sepantasnya'," cerita Boy.

Ditanggapi seperti itu, Boy dan Imelda ingin mengadu ke Ahok.

Datang pagi ke Balai Kota sebagai warga Jakarta, Keduanya ingin ada pencerahan dari orang nomor satu di Jakarta tersebut.

"Saya berharap Pak Ahok bisa bantu. Kita ini warga DKI," kata Boy

sumber: tribunnews.com


Name

air asia,1,Aqidah,4,Berita,3867,Berita Pilihan,11,Break,5,Figur,3,Figure,89,Fiqih,14,Gallery,6,Harokah,2,HUMOR,1,Internasional,540,Kajian Islam,14,Kalam Salaf,1,KHILAFAH,12,Kisah,2,Kisah Hikmah,1,Kisah Wali,1,Link,1,LINTAS MADZAB,3,Manaqib Ulama,3,MUALAF,5,Muslimah,3,Nasional,9432,News,130,ngeluh,1,OPINI,457,RADIKALISME,21,Science,1,Sejarah,33,syahrini,1,TANYA JAWAB AGAMA,1,Tekno,2,Terbaru,277,TEROSISME,72,Tokoh,2,Toleran,71,Toleransi,2,Video,105,Wawasan Kebangsaan,37,WISDOM,13,
ltr
item
BERANINEWS.COM: Bayinya Ditahan di RSCM, Boy Benny Datang Ke Balaikota Minta Bantuan Ahok
Bayinya Ditahan di RSCM, Boy Benny Datang Ke Balaikota Minta Bantuan Ahok
http://farm6.staticflickr.com/5276/29933094701_5e34946bb9_b.jpg
BERANINEWS.COM
http://www.beraninews.com/2016/09/Bayinya-Ditahan-di-RSCM-Boy-Benny-Datang-Ke-Balaikota-Minta-Bantuan-Ahok.html
http://www.beraninews.com/
http://www.beraninews.com/
http://www.beraninews.com/2016/09/Bayinya-Ditahan-di-RSCM-Boy-Benny-Datang-Ke-Balaikota-Minta-Bantuan-Ahok.html
true
2989197615663516469
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy