Umpan Mematikan Hillary Clinton Ini Berhasil Menjebak Capres Rasis AS Idola Fadli Zon

Spiritnkri.com -  Donald Trump di debat pertama calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) tetaplah Donald Trump yang selama ini diliha...



Spiritnkri.com - Donald Trump di debat pertama calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) tetaplah Donald Trump yang selama ini dilihat publik dalam satu tahun terakhir. Agresif, meledak-ledak, kasar, gampang tersulut, dan tidak koheren.

Demikianlah gaya taipan real estate ini ketika berdebat dengan 16 lawannya di pemilihan pendahuluan (primary) Partai Republik.

Ketika itu Trump tetap saja lolos dengan mudah mengingat terlalu banyak kontestan di panggung debat sehingga konsentrasi moderator maupun penonton terpecah-belah.

Tidak sedikit yang yakin Trump akan mengubah gayanya di debat dengan capres Partai Demokrat Hillary Clinton yang digelar di Universitas Hofstra, Hempstead, New York, Selasa pagi (27/09) waktu Indonesia.

Melawan seorang Hillary yang sudah malang melintang selama 40 tahun di kancah politik Amerika dengan kemampuan dan pengalaman yang tidak diragukan lagi, Trump dinilai akan tampil lebih tenang dan disiplin untuk menandingi Hillary.

Memang, di 15 menit pertama, pebisnis berusia 70 itu tampil cukup baik dengan menjelaskan kebijakan ekonominya. Dia juga tidak segan mengkritik Hillary yang menurutnya tidak berbuat banyak walau sudah menghabiskan puluhan tahun di dunia politik.

Namun, Hillary yang diberitakan mempersiapkan diri dengan sangat matang untuk debat ini telah menyiapkan strategi khusus. Umpan itu rupanya berhasil memerangkap Trump yang kemudian menghabiskan sisa debat sibuk membela dirinya dari sejumlah serangan.

Melawan seorang dengan kepribadian narsisisme yang luar biasa, Hillary dengan cerdas menyindir sosok Trump yang dinilai beruntung dalam hidup, dan kerajaan bisnisnya yang menggurita tidak lebih berkat bantuan modal awal yang diberikan ayahnya yang kaya raya Fred Trump.

Seperti yang diduga, Trump tersulut dan kemudian dengan agresif lebih banyak menghabiskan waktu membela dirinya dan bisnis yang dikelolanya dibanding menjelaskan ke publik Amerika kebijakan apa yang ditawarkannya untuk menyelesaikan sejumlah masalah Negeri Paman Sam.

Kedongkolan Trump semakin bertambah ketika moderator Leslie Holt menanyakan  mengapa dia tidak kunjung merilis pajak yang telah dibayarnya.

Hillary yang tahu benar bagaimana lawannya sudah begitu panas, berhasil melancarkan serangan maut dengan menyebut ada 3 kemungkinan alasan Trump tidak sudi merilis.

Pertama, Trump tidaklah sekaya seperti yang diduga banyak orang, kedua Trump tidaklah sedermawan seperti yang diduga juga oleh banyak orang, dan ketiga mungkin saja Trump tidak ingin rakyat Amerika tahu bahwa sesungguhnya dia tidak pernah membayar pajak.

Celakanya Trump kemudian merespon ucapan Mantan Menteri Luar Negeri itu dengan mengatakan tidak merilis pajak membuatnya terlihat pintar.

Bagi seorang Trump dengan ego kelaki-lakiannya yang luar biasa tinggi, menyerang bisnisnya seperti bagaimana dia mendirikannya, dan mengenai pajak perusahannya adalah hal yang tidak dapat diterima.

Hillary tahu benar bagaimana menggunakan strategi perang psikologis ini untuk mengacaukan emosi Trump yang memang terkenal tidak stabil.

Seperti yang telah kita saksikan, setelah sibuk membela diri menjawab mengapa dia tidak kunjung merilis pajak yang telah dibayarnya, Trump tampil defensif di sisa debat.

Dia dibuat kewalahan meladeni sejumlah topik khususnya mengenai teori konspirasi tempat kelahiran Presiden Barack Obama, yang selama ini disebutnya tidak lahir di tanah AS.

Trump berkali-kali mencoba mengalihkan topik dan secara tidak langsung menuduh tim kampanye Hillary di tahun 2008 yang menyebarkan teori konspirasi itu.

Pebisnis kontroversial ini semakin lama semakin tidak koheren dan malah menyebut yang penting dia sudah berhasil membuat Presiden Obama menunjukan sertifikat kelahirannya.

Jika kegagalan menjawab mengenai pajak telah melukai Trump, maka kegagalannya mengklarifikasi teori konspirasi itu menghancurkan performa debatnya.

Saking sibuknya membela dirinya, Trump secara mengejutkan “kelupaan” menyerang Hillary mengenai ketidaktransparasi yayasan Clinton, penggunaan email pribadinya ketika menjabat Menlu, dan juga skandal perselingkuhan suami Hillary, mantan Presiden Bill Clinton.

Bisa dikatakan Trump gagal memanfaatkan debat pertama ini untuk memperkuat momentumnya dalam beberapa pekan terakhir.

Jajak pendapat sejak awal September menunjukan Trump berhasil memotong keunggulan Hillary di survei. Sebelum debat, kedua capres ini terpaut hanya 1-2 poin di mana Hillary unggul sangat tipis di sejumlah survei.

Namun pemilik sejumlah kasino ternama ini telah membuang kesempatan emas untuk menunjukan bahwa dia dapat terlihat presidensial di panggung debat, khususnya untuk meyakinkan pemilih swing voters yang belum memutuskan pilihannya.

Trump juga membuat dua basis pemilih lainnya yaitu pemilih wanita berpendidikan universitas dan pemilih yang tinggal di kawasan suburban  semakin yakin untuk tidak memilihnya.

Dua kelompok pemilih ini umumnya loyal memilih capres dari Partai Republik, namun sejauh ini sejumlah survei menunjukan mereka tidak kunjung membulatkan hati untuk memilih Trump.

Alasannya karena tidak menyukai sosok Trump yang dinilai tidak presidensial dan memiliki temperamen yang kasar.

Pemilih wanita semakin skeptic memilih Trump setelah komentarnya yang mengkritik Mantan Miss Universe Alicia Machado yang menurutnya terlalu gemuk, topik yang sangat sensitif untuk kaum wanita.

Hillary yang merupakan seorang pengacara handal sebelum terjun ke politik, berhasil mendikte jalannya debat dengan mencari kapan waktu yang tepat untuk menyerang Trump hingga dia tidak kunjung sempat untuk balik menyerangnya.

Skor debat adalah 1-0 untuk Hillary Clinton. Masih ada dua debat capres berikutnya tanggal 9 dan 19 Oktober.

Tetapi yang pasti untuk debat ini Hillary keluar sebagai pemenang dan berpotensi menambah 2-3 poin di survei untuk meninggalkan kembali Trump yang sempat menyusulnya. Hillary kembali menjadi favorit untuk memenangkan tiket menuju Gedung Putih

Penulis: Ericssen  ( Pengamat Politik, Pemerhati Politik Amerika, Politik Indonesia, dan Politik Elektoral )

sumber: Kompas.com


Name

air asia,1,Aqidah,4,Berita,3864,Berita Pilihan,11,Break,5,Figur,3,Figure,89,Fiqih,14,Gallery,6,Harokah,2,HUMOR,1,Internasional,540,Kajian Islam,14,Kalam Salaf,1,KHILAFAH,12,Kisah,2,Kisah Hikmah,1,Kisah Wali,1,Link,1,LINTAS MADZAB,3,Manaqib Ulama,3,MUALAF,5,Muslimah,3,Nasional,9429,News,130,ngeluh,1,OPINI,457,RADIKALISME,21,Science,1,Sejarah,33,syahrini,1,TANYA JAWAB AGAMA,1,Tekno,2,Terbaru,277,TEROSISME,72,Tokoh,2,Toleran,71,Toleransi,2,Video,105,Wawasan Kebangsaan,37,WISDOM,13,
ltr
item
BERANINEWS.COM: Umpan Mematikan Hillary Clinton Ini Berhasil Menjebak Capres Rasis AS Idola Fadli Zon
Umpan Mematikan Hillary Clinton Ini Berhasil Menjebak Capres Rasis AS Idola Fadli Zon
https://4.bp.blogspot.com/-noS9Z_eUkCg/WEv52rSeP9I/AAAAAAAABW8/yStIpe1lVTMSZ22d_kNt8HsNpyIzKc0rwCLcB/s640/2126344fadli-zon780x390.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-noS9Z_eUkCg/WEv52rSeP9I/AAAAAAAABW8/yStIpe1lVTMSZ22d_kNt8HsNpyIzKc0rwCLcB/s72-c/2126344fadli-zon780x390.jpg
BERANINEWS.COM
http://www.beraninews.com/2016/09/Umpan-Mematikan-Hillary-Clinton-Ini-Berhasil-Menjebak-Capres-Rasis-AS-Idola-Fadli-Zon.html
http://www.beraninews.com/
http://www.beraninews.com/
http://www.beraninews.com/2016/09/Umpan-Mematikan-Hillary-Clinton-Ini-Berhasil-Menjebak-Capres-Rasis-AS-Idola-Fadli-Zon.html
true
2989197615663516469
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy