Coba Perhatikan, Ini Beda Intonasi SBY Antara 2 November dan 1 Februari

BERANINEWS.COM -  Dalam dua kali jumpa pers yang dilakukannya pada tiga bulan terakhir, mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) m...



BERANINEWS.COM - Dalam dua kali jumpa pers yang dilakukannya pada tiga bulan terakhir, mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan pentingnya equality before the law atau kesetaraan di muka hukum, namun arah tujuannya sangat berbeda.

Yang pertama diucapkan pada 2 November 2016, ditujukan agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diproses hukum karena menurutnya melakukan penistaan agama.

Ini kutipannya:

"Jadi kalau ingin negara kita ini tidak terbakar oleh amarah para penuntut keadilan -- jangan salah kutip -- negara ini tidak terbakar oleh amarah para penuntut keadilan, Pak Ahok ya mesti diproses secara hukum."

"Jangan sampai beliau dianggap kebal hukum. Ingat equality before the law, itu adalah bagian dari nilai-nilai demokrasi. Negara kita negara hukum."

Yang kedua diucapkan SBY Rabu (1/2/17) kemarin, tapi yang ini ditujukan untuk melindungi dirinya sendiri atau privasinya dari aksi penyadapan telepon.

Dia merespons sinyalemen bahwa telah menelepon Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin untuk meminta dikeluarkan fatwa tentang penistaan agama oleh Ahok.

SBY pun menuntut aparat penegak hukum mengusut dugaan penyadapan telepon tersebut.

Bunyi kutipannya:

"Mulai hari ini saya akan mengikuti apa respons dari penegak hukum karena ini bukan delik aduan, tidak perlu Polri menunggu aduan dari saya."

"Sekali lagi bukan delik aduan. Equality before the law -- persamaan di muka hukum -- itu adalah hak semua orang."

Uniknya, tuntutan kesetaraan hukum dia kali ini sebetulnya merupakan implikasi dari proses hukum Ahok yang disidang sesuai dengan tuntutan kesetaraan hukumnya yang pertama.

Dalam salah satu persidangan, Ahok dan pengacaranya bertanya ke Ma'ruf apakah dia pernah ditelepon SBY soal bertemu Agus-Sylviana dan soal fatwa penistaan agama.

Ketika dibantah, kubu Ahok mengatakan mereka punya bukti percakapan telepon.

Dari sinilah SBY kemudian menggelar jumpa pers untuk bertanya siapa yang menyadap dirinya, meminta aparat mengusut pelaku penyadapan, dan meminta Presiden Jokowi bertanggung jawab kalau ternyata aparat hukum sendiri yang menyadap.

Perbedaan Sikap

Raut muka dan gestur SBY juga cukup kontras antara 2 November dan 1 Februari.

Tiga bulan lalu dia bicara berapi-api, bahkan terkesan marah hingga tercetus "lebaran kuda", ketika menuduh pemerintah melakukan intelligence failure, memperingatkan pemerintah agar tidak menghalangi demonstrasi 4 November, dan menuntut proses hukum atas Ahok.

Kemarin di Wisma Proklamasi, SBY bicara dengan lembut dan sorot mata yang lebih teduh. Tangan kanan terus memegang mikrofon, tidak menunjuk-nunjuk seperti ketika jumpa pers di Cikeas.

SBY sendiri mengakui perbedaan sikap itu di awal pembicaraannya di Wisma Proklamasi.

"Ini dari staf, 'katanya wartawan pasti ini SBY marah'. Ya enggaklah. Dulu bulan November saya dianggap keras atau marah karena memang tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba Partai Demokrat dituduh menggerakkan aksi damai 4/11," kata SBY tanpa menyebut siapa yang menuduh.

"Saya juga dituduh mendanai dan bahkan menunggangi aksi damai itu, bahkan belakangan katanya menyuruh membom Istana Merdeka, di mana 10 tahun saya tinggal di sana dulu. Katanya juga SBY dalang dari rencana makar yang kemarin akan dilaksanakan."

Di antara 2 November dan 1 Februari, ketua umum Partai Demokrat itu juga membuat heboh dengan cuitan di Twitter: "Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar "hoax" berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang?"

Banyak yang menganggap cuitan itu sebagai serangan langsung ke Presiden Jokowi, karena sifatnya multi tafsir yang salah satunya adalah penguasa sekarang juru fitnah dan penyebar hoax.

sumber: beritasatu.com




Name

air asia,1,Aqidah,4,Berita,3858,Berita Pilihan,11,Break,5,Figur,3,Figure,89,Fiqih,14,Gallery,6,Harokah,2,HUMOR,1,Internasional,540,Kajian Islam,14,Kalam Salaf,1,KHILAFAH,12,Kisah,2,Kisah Hikmah,1,Kisah Wali,1,Link,1,LINTAS MADZAB,3,Manaqib Ulama,3,MUALAF,5,Muslimah,3,Nasional,9423,News,130,ngeluh,1,OPINI,457,RADIKALISME,21,Science,1,Sejarah,33,syahrini,1,TANYA JAWAB AGAMA,1,Tekno,2,Terbaru,277,TEROSISME,72,Tokoh,2,Toleran,71,Toleransi,2,Video,105,Wawasan Kebangsaan,37,WISDOM,13,
ltr
item
BERANINEWS.COM: Coba Perhatikan, Ini Beda Intonasi SBY Antara 2 November dan 1 Februari
Coba Perhatikan, Ini Beda Intonasi SBY Antara 2 November dan 1 Februari
https://2.bp.blogspot.com/-5c5gW3CY520/WJKmidZO3aI/AAAAAAAADYU/4ySBgSiBGd4ofEtutH8CQGSkgMopbfmSACLcB/s640/1485975418.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-5c5gW3CY520/WJKmidZO3aI/AAAAAAAADYU/4ySBgSiBGd4ofEtutH8CQGSkgMopbfmSACLcB/s72-c/1485975418.jpg
BERANINEWS.COM
http://www.beraninews.com/2017/02/Coba-Perhatikan-Ini-Beda-Intonasi-SBY-Antara-2-November-dan-1-Februari.html
http://www.beraninews.com/
http://www.beraninews.com/
http://www.beraninews.com/2017/02/Coba-Perhatikan-Ini-Beda-Intonasi-SBY-Antara-2-November-dan-1-Februari.html
true
2989197615663516469
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy