Boikot Bukan Watak Dasar Persyarikatan Muhammadiyah Yang Digagas KH.Ahmad Dahlan

BERANINEWS.COM -  BOIKOT Kopi Berkelamin Ganda Apa dibalik boikot. Ketidak mampuan. Tidak percaya diri. Panik dan takut. Luapan kesal ...



BERANINEWS.COM - BOIKOT Kopi Berkelamin Ganda

Apa dibalik boikot. Ketidak mampuan. Tidak percaya diri. Panik dan takut. Luapan kesal dan marah pada kondisi. Saya tidak pernah tahu kapan boikot dapat di benarkan. Kyai Dahlan juga tak pernah mengajari boikot bahkan
pada pemerintahan kompeni yang mendukung misi zending sekalipun.

Lalu kenapa boikot. Dengan alasan theologis berapa puluh lagi harus diboikot. Kenapa tidak geogle sekalian. Atau perusahaan-perusahaan yang secara theologis melawan Tuhan. Mestinya kita belajar dari nasib boikot-boikot sebelumnya. Agar tak terbentur pada batu yang sama. Sari roti makin moncer setelah boikot.

Ide punya kaki, kata Soedjatmoko. Ia menjalar dan hinggap di ruang pikir. Tumbuh besar menjadi gagasan dan konsep. Menghiasi ruang seminar dan diskusi. Saya mendengar dan bicara dengan banyak orang, tapi saya tak menemukan ide. Benarkah boikot telah membunuh ide?

Nasehat Nabi;"Jangan ambil keputusan di saat marah". Habermas menyebut tentang 'rasionalitas yang komunikatif'. Mendorong berpikir jernih dan sehat. Terbuka dan bertanggungjawab. Bukan sebaliknya. Komunikasi terjadi di ruang tertutup. Keputusan diambil dari rasa keluh. Bukan solusi yang di dapat hanya ungkapan sesal dan marah pada keadaan. Boikot adalah jawaban jitu terhadap sebab putus harap. Ide pun luluh lantak dibakar marah, panik dan cemas terhadap kondisi.

Ide tidak saja punya kaki tapi juga ruh, kata Koko panggilan akrab Soedjatmoko kemudian. Dengan ide hidup menjadi lebih bermartabat. Tidak gampang patah. Dan tidak mengambil keputusan kesal karena putus harapan. Tapi siapa peduli. Ide semakin langka ditengah komunitas panik.

Yang nyaring di muka adalah keluhan pada keadaan. Pada pemerintahan yang katanya korup. Pada perusahaan yang dibilang kapitalis penghisap. Pada migran besar tenaga kerja asing, pejabat culas, moralitas akut, pelecehan agama, umat yang terdesak, hingga kopi berkelamin ganda.

Yang terdengar cuman tepuk tangan riuh pada pernyataan yang berani. Atau takbir yang digantang berulang. Kata penyesalan atau keluhan yang di ulang-ulang. Dibumbui dalil dan kisah heroik para syuhada.

Suara kemarahan dan kesal ada di berbagai sudut. Ada yang berbisik ada yang keras. Tapi sama: mengeluh dan mengutuk keadaan. Jaman mendesak seperti itu. Kita malas menghadiri halaqah,  seminar atau telaah tekun. Pengajian sepi pengunjung. Sebaliknya lebih memilih pada diskusi di grup medsos. Bergosip dan membully sana-sini. Kopas dijadikan hujjah.

Boikot adalah putusan panik. Bermula dari rasa putus asa. Boikot lahir dari pikiran cemas karena merasa sudah tak punya jalan keluar. Diputus karena ide dibunuh. Dipenjara di ruang gelap. Sesak dengan keluh dan kesal pada keadaan.
Bukankah kita membawa cita-cita kemajuan. Yang sudah kita sandang sejak Persyarikatan berdiri. Lalu kenapa boikot. Berpikir cekak dan reaktif. Pada soal-soal yang membutuhkan solusi. Bukan selembar anjuran boikot. Masyarakat butuh solusi yang cerdas. Seperti saat Persyarikatan berdiri. Bukan putusan kontra produktif. Tidak mendidik dan menjadikan kita semakin eksklusif. Takut perubahan.

Memang kita siapa, ngopi di Starbucks. Takmir masjid ? Pimpinan ranting ? Pengurus cabang ? Daerah atau wilayah ? Atau ibu-ibu penggiat Persyarikatan ? Dengar namanya saja baru kemarin.

Mungkin ada baiknya beli sebungkus, kita sruput bareng di Starbucks lalu boikot besuknya. Agar boikot tak sia-sia.

Sumber: dikutip dari tulisan @nurbaniyusuf

Komunitas Padhang Makhsyar


Name

air asia,1,Aqidah,4,Berita,3639,Berita Pilihan,11,Break,5,Figur,3,Figure,89,Fiqih,14,Gallery,6,Harokah,2,HUMOR,1,Internasional,535,Kajian Islam,14,Kalam Salaf,1,KHILAFAH,12,Kisah,2,Kisah Hikmah,1,Kisah Wali,1,Link,1,LINTAS MADZAB,3,Manaqib Ulama,3,MUALAF,5,Muslimah,3,Nasional,9211,News,130,ngeluh,1,OPINI,455,RADIKALISME,21,Science,1,Sejarah,33,syahrini,1,TANYA JAWAB AGAMA,1,Tekno,2,Terbaru,277,TEROSISME,72,Tokoh,2,Toleran,71,Toleransi,2,Video,105,Wawasan Kebangsaan,37,WISDOM,13,
ltr
item
BERANINEWS.COM: Boikot Bukan Watak Dasar Persyarikatan Muhammadiyah Yang Digagas KH.Ahmad Dahlan
Boikot Bukan Watak Dasar Persyarikatan Muhammadiyah Yang Digagas KH.Ahmad Dahlan
https://1.bp.blogspot.com/-O5zcaK9rH9Q/WVr572piAAI/AAAAAAAAHy0/G_R1eS5zDQIVHyRD2o8-329hBNXDxRDFwCLcBGAs/s640/boikot%2Bstarbucks.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-O5zcaK9rH9Q/WVr572piAAI/AAAAAAAAHy0/G_R1eS5zDQIVHyRD2o8-329hBNXDxRDFwCLcBGAs/s72-c/boikot%2Bstarbucks.jpg
BERANINEWS.COM
http://www.beraninews.com/2017/07/boikot-bukan-watak-dasar-persyarikatan.html
http://www.beraninews.com/
http://www.beraninews.com/
http://www.beraninews.com/2017/07/boikot-bukan-watak-dasar-persyarikatan.html
true
2989197615663516469
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy