Demo FPI Di Depan Kantor Gubernur Aceh Berujung Rusuh , 2 Orang Akhirnya Diringkus Polisi

HIDAYATULLAH UNTUK BBC INDONESIA BERANINEWS.COM -  Unjuk rasa ratusan orang massa gabungan anggota Front Pembela Islam (FPI) dan mahasi...

HIDAYATULLAH UNTUK BBC INDONESIA

BERANINEWS.COM - Unjuk rasa ratusan orang massa gabungan anggota Front Pembela Islam (FPI) dan mahasiswa didepan Kantor Gubernur Aceh, berakhir rusuh, dua orang ditangkap polisi.

Sebaliknya mantan terpidana yang dicambuk dan sebuah lembaga di Aceh justru mendukung keputusan gubernur ini.

juga sejumlah mantan terpidana yang pernah dicambuk di depan umum.

FPI berdemonstrasi menuntut agar Gubernur Irwandi Yusuf, mencabut keputusan pemindahan lokasi eksekusi pencambukan yang asalnya berlangsung di tempat terbuka, ke tempat tertutup di dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan.

Unjuk rasa yang sebelumnya berlangsung mulus, tiba-tiba ricuh ketika masa pendemo memukuli dua orang peserta aksi yang mereka tuduh sebagai provokator, kata Hidayatullah, seorang wartawan Aceh dalam laporannya untuk BBC Indonesia.

Menurut Ketua FPI Aceh, Muslim at-Tahiry didalam orasinya, pelaksanaan cambuk didalam lapas tidak sesuai dengan kaidah islam yang mengharuskan pencambukkan dilaksanakan di ruang publik agar menjadi pembelajaran bagi umum.

"Kita menentang keras cambuk dalam lapas, cambuk tetap harus dilaksanakan didepan publik," katanya yang disambut takbir para pendemo.

Selain para anggota FPI, hadir juga sejumlah mahasiswa. Mereka menuntut Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menemui mereka.

"Irwandi turun dan temui kami, jangan menjadi agen kafir!" begitu teriak Ketua FPI Aceh, Muslim at-Tahiry dalam orasinya. Dan sesudah itu kericuhan terjadi.

Beberapa ratus orang melangsungkan aksinya depan kantor gubernur.

Namun sebagian orang yang pernah dicambuk di Aceh menentang tuntutan FPI dan mendukung penuh keputusan gubernur Aceh.Abi (nama samaran) yang pernah menerima sabetan cambuk di muka umum mengaku suara gemuruh teriakan penonton saat ia dicambuk seakan masih terdengar begitu lantang di telinganya.

"Seolah-olah mereka yang menonton lebih suci, berteriak riang saat orang lain dipukul karena melanggar ketentuan syariat," katanya kepada Hidayatullah.

Ia mengaku, sampai sekarang pun ia sangat tertekan karena video maupun fotonya saat dicambuk trus beredar di media sosial.

Presidium Forum Aneuk Nanggroe Peduli Damai Sejahtera (FANAPDS), Hasnawi Ilyas, yang mendampingi Abi mengamini.

"Menurut para terpidana, pukulan cambuk itu jadi tidak seberapa sakitnya dibanding rasa malu akibat disoraki dan foto mereka disebarkan."

Menurutnya itu jadi penghalang besar mereka untuk kembali ke dalam lingkungan masyarakat.

Menurut Presidium FANAPDS itu pelaksanaan cambuk sudah sewajarnya dilakukan didalam lapas.

DSelain untuk menjaga wajah terpidana cambuk beredar secara masal dimedia sosial, pada masa Muhammad pun dilakukan di tempat tertutup.

"Di masa Rasul, orang dirajam dimasukan dalam tanah, baru dilempari batu. Jadi ada benarnya kalau cambuk juga dilakukan ditempat tertutup," kata Hasnawi Ilyas.Hasnawi Ilyas, menegaskan pula bahwa tidak seharusnya pelaksanaan cambuk dilakukan di lingkungan masjid, karena masjid merupakan tempat peribadatan.

Pergub nomor 5 tahun 2018 tentang pemindahan lokasi pencambukan itu, ditandatangani beberapa waktu lalu.

Saat menandatangani keputusan itu, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, mengatakan alasan pemindahan lokasi pelaksanaan hukuman cambuk ke dalam lembaga pemasyarakatan itu dimaksudkan agar investasi di Provinsi Aceh tidak terganggu.

"Agar investor tidak fobia untuk menanam saham di Aceh. Ini juga dapat membantu peningkatan dan lajur ekonomi di sini," kata Irwandi Yusuf, sebagaimana dilaporkan wartawan di Aceh, Hidayatullah, kepada BBC Indonesia.

Selain itu, Irwandi menambahkan, pelaksanaan cambuk yang dilakukan di dalam lapas dilakukan untuk menghindari beredarnya video wajah terpidana di media sosial seperti Youtube.

"Dengan beredarnya video, seumur hidup dia akan menjadi terpidana," jelas Irwandi, waktu itu.

sumber: bbc.com/indonesia



Name

air asia,1,Aqidah,4,Berita,5707,Berita Pilihan,11,Break,5,Figur,3,Figure,89,Fiqih,14,Gallery,6,Harokah,2,HUMOR,2,Internasional,557,Kajian Islam,14,Kalam Salaf,1,KHILAFAH,12,Kisah,2,Kisah Hikmah,1,Kisah Wali,1,Link,1,LINTAS MADZAB,3,Manaqib Ulama,3,MUALAF,5,Muslimah,3,Nasional,11257,News,130,ngeluh,1,OPINI,461,RADIKALISME,21,Science,1,Sejarah,33,syahrini,1,TANYA JAWAB AGAMA,1,Tekno,2,Terbaru,277,TEROSISME,72,Tokoh,2,Toleran,71,Toleransi,2,Video,105,Wawasan Kebangsaan,37,WISDOM,13,
ltr
item
BERANINEWS.COM: Demo FPI Di Depan Kantor Gubernur Aceh Berujung Rusuh , 2 Orang Akhirnya Diringkus Polisi
Demo FPI Di Depan Kantor Gubernur Aceh Berujung Rusuh , 2 Orang Akhirnya Diringkus Polisi
https://4.bp.blogspot.com/-LrAvrVI3DZM/WttntyUVUVI/AAAAAAAAOpI/QMueiuFDQyMWE1xDMWUIuJPnL0KR_zg7ACLcBGAs/s640/_100937761_b785d0fd-e6df-4425-b415-a1dc7a1d851a.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-LrAvrVI3DZM/WttntyUVUVI/AAAAAAAAOpI/QMueiuFDQyMWE1xDMWUIuJPnL0KR_zg7ACLcBGAs/s72-c/_100937761_b785d0fd-e6df-4425-b415-a1dc7a1d851a.jpg
BERANINEWS.COM
https://www.beraninews.com/2018/04/demo-fpi-di-depan-kantor-gubernur-aceh.html
https://www.beraninews.com/
https://www.beraninews.com/
https://www.beraninews.com/2018/04/demo-fpi-di-depan-kantor-gubernur-aceh.html
true
2989197615663516469
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy